|

Pendahuluan Fakultas Tarbiyah

A.   Latar Belakang

 

Perubahan  status Sekolah Tinggi Agama Islam Syarifuddin (STAIS) menjadi Institut Agama Islam Syarifuddin (IAIS) dengan menaungi tiga fakultas, yaitu : fakultas tarbiyah, fakultas ekonomi dan bisnis islam serta fakultas dakwah dan komunikasi islam, Maka memerlukan langkah-langkah strategis menuju perubahan (change), pertumbuhan (growth) dan reformasi (reform) di segala bidang secara terencana, sistematis, dan berkesinambungan terutama pengembangan prodi baru pada fakultas tarbiyah.

Tarbiyah sebagai salah satu fakultas tertua di Institut Agama Isalm Syarifuddin sudah seharusnya proaktif melakukan perubahan-perubahan yang bersifat fundamental. Perubahan itu bukan hanya disebabkan oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS), melainkan juga karena perubahan  tuntutan masyarakat  terhadap peranan fakultas Tarbiyah dalam merintis kader masa depan umat, bangsa, dan negara, terutama bila dikaitkan dengan kecenderungan arus globalisasi dalam kehidupan manusia.

Selain itu, tuntutan terhadap fakultas Tarbiyah akhir-akhir ini, bukan  hanya  sebatas kemampuan untuk menghasilkan lulusan yang terukur secara akademik, melainkan keseluruhan harus  mampu  membuktikan  kualitas dan mutu yang  didukung  oleh  akuntabilitas  yang tinggi pula. Untuk memenuhi  tuntutan tersebut,  fakultas Tarbiyah dituntut memperoleh kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan dan jaminan kualitas atau mutu (quality assurance), pengendalian mutu (quality control),  dan  pembinaan  dan  perbaikan mutu (quality improvement). Lebih dari itu, fakultas Tarbiyah dituntut mengembangkan paradigma baru melalui inovasi-inovasi pendidikan pada masing-masing jurusan atau program studi.

Untuk itu, selain diperlukan langkah-langkah terobosan yang strategis menuju pengembangan dan perubahan ke arah kemajuan, juga diperlukan sikap lebih dinamis, inovatif, dan responsif terhadap setiap tuntutan masyarakat. Ini semua bisa dilakukan jika ada komitmen, tekad, dan semangat yang menggelora, serta langkah-langkah strategis menuju perubahan (change), pertumbuhan (growth) dan reformasi (reform) di segala bidang secara terencana, sistematis dan berkesinambungan.

Agar cita-cita tersebut dapat terealisasi, perubahan dan pengembangan fakultas Tarbiyahharus didasarkan pada perencanaan strategik yang matang, integral, dan berkelanjutan dalam kurun waktu tertentu. Sebagai sebuah rencana strategis, perencanaan strategik pengembangan fakultas Tarbiyah5 tahun ke depan mencakup aspek ideal, aspek struktural dan institusional, serta aspek operasional.

Aspek ideal  meliputi  visi   dan   misi  fakultas Tarbiyah. dari   visi  misi   tersebut   dikembangkan kerangka kurikulum dan struktur keilmuan sebagai landasan dasar pengembangan keilmuan pada fakultas Tarbiyah. Paradigma keilmuan ini mengintegrasikan ilmu-ilmu dasar dan instrumental. Berdasarkan amanat kerangka kualifikasi nasional indonesia (KKNI), bahwa paradigma keilmuan setiap jurusan harus mengacu pada pematangan dan pedalaman pada standar kompetensi mata kuliah pada masing-masing jurusan. Mata kuliah standar kompetensi ini disebut dengan MKSK (Mata Kuliah Standar Kompetensi) yang wajib diujikan sesuai distribusi mata kuliah dimaksud. Proses pembelajaran yang didasarkan pada paradigma KKNI akan mampu menghasilkan sarjana yang menguasai ilmu-ilmu pendidikan sesuai dengan standar capaian program studi dan standar capaian mata kuliah.

Aspek struktural-institusional, mencakup kondisi obyektif fakultas Tarbiyahyang meliputi: profil fakultas Tarbiyahdari segi kelembagaan, sumberdaya manusia, desain kurikulum, perpustakaan, pengkajian, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kemahasiswaan, sarana dan prasarana, dan sistem informasi yang berbasis ilmu dan tekonologi (IT).

Sedangkan pada aspek operasional untuk merealisasikan misi-misi perlu dirancang Renstra fakultas Tarbiyahuntuk jangka waktu lima tahun ke depan. Dalam kurun waktu tersebut, akandikembangkan program-program khusus melalui infrastruktur dan sumber daya manusia yang dimiliki.

 

B.   Sejarah Singkat Fakultas Tarbiyah

 

Fakutas tarbiyah pada mulanya adalah Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syarifuddin (STITS). Hal ini berdasarkan SK Departemen Agama No. Dj. II/07/2005, tertanggal 18 Februari 2005. Namun perkembangan selanjutnya yang semakin cepat membuat STITSmengharuskan diri untukalih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Syarifuddin (STAIS)pada tahun 2010 dengan memiliki dua jurusan yaitu jurusan Tarbiyah Program Studi PAI dan jurusan Ekonomi dan Bisnis Islam dengan Program Studi Ekonomi Syari’ah. Selanjutnya pada tahun 2014 Sekolah Tinggi Agama Islam Syarifuddin (STAIS) mengajukan alih status menjadi Institut Agama Islam Syarifuddin (IAIS) dengan memiliki tiga Fakultas yaitu : Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam serta Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam.

Dengan perkembangan yang sangat pesat ini, ke depan fakultas Tarbiyah harus selalu intens mengembangkan dinamika pendidikan dalam merealisasikan program-program strategis, sedikitnya karena dua alasan. Pertama,Fakultas Tarbiyahadalah fakultas tertua dan paling banyak peminatnya dibandingkan dengan fakultas yang lain sehingga perlu mengembangkan diri dengan cara membuka prodi baru. Kedua, Fakultas tabiyah seharusnya menjadi uswatun hasanah bagi fakultas lain di Institut Agama Islam Syarifuddin (IAIS) khususnya dalam pengelolaan prodi baru serta peningkatan kualitas, mutu dan layanan akademik. Ketiga, pengembangan fakultas Tarbiyahmerupakan amanah para pendiri yang harus dikembangkan karena merupakan pencetus kader-kader profesional dibidang penidikan sebagai penerus nabi muhammad SAW.

[]